INILAH
ILMU RWABINEDHA DI SPATIO TEMPORAL
Hallloo kawan..
Namaku Ais (Samaran) .
aku kelahiran kota yang mempesona yang masih berada di tanah jawa, saya akan
menceritakan perjalanan hidupku yang diantara hitam dan putih sehingga mampu
menginstropeksi diri sendiri terhadap orang lain, dan inilah perjalananku dalam
proses belajar mulai dari TK sampai di Perguruan tinggi.
banyak sekali ilmu kehidupan
yang aku pelajari dari sisi sosial sampai kebudayaan sehingga menjadikan diriku
menjadi seperti sekarang ini.
Sejak lahir aku sudah
pernah mengalami masa masa sulit dalam keluarga sehingga makan saja harus serba
berbagi dengan yang lain, saat itu umurku 4 tahun dan aku mulai duduk di bangku
TK. tetapi semua itu aku mulai belajar mengenai kehidupan, mulai tentang
bagaimana harus prihatin dengan keadaan, ingat betul ketika semua kawan-kawan
di TK yang di jemput oleh orang tua mereka, tetapi aku hanya bisa memandang,
dimana orang tuaku, aku sedih dan berkata dalam hati, siapa yang menjemputku?
sejak saat itu aku mulai diajarkan tentang kemandirian, hanya mandiri belum dengan
sikap mental, mentalku saat itu masih sejengkal jagung. kadang merasa terancam
dengan keadaan. dimana anak kecil yang berjalan sendirian ditengah sepinya
jalanan. hingga saat itu orangtuaku membelikan sebuah sepeda kecil dan mungil
dengan cat hijau tua dengan pedal kuat. mulai pagi hari akupun dengan semangat
berangkat mengayuh sepeda kebanggaan dari orang tua. biarpun begitu aku tetap
bangga memiliki orang tua seperti mereka, mereka adalah jimat keberuntungan
yang selalu aku ucap ketika aku punya masalah. hingga suatu ketika aku bertekat
untuk membantu siapapun, kecuali menraktir orang lain hahaha, ya.. itu karena
waktu itu uang jajanku hanya 200 rupiah, cukup membeli minuman 1 kali saja.
Mungkin ketika teman punya masalah, umurku waktu itu sudah 5 tahun. aku ingat
siapa yang pernah aku bela pertama kali dalam seumur hidupku, dia adalah teman
lama yang sekarang hilang entah kemana, dia seorang anak tentara yang sedang
bertugas di desaku, sehingga dia di sekolahkan di TK bersamaku, namanya adalah
Hidris. saat itu mainan yang namanya wayangan sangat popular, kepopulerannya
melebihi serial pertelevisian sekarang ini. maklum dulu televise masih hitam
putih dan kepemilikannyapun masih jarang ditemui di tempat warga. saat itu
Hidris memiliki banyak sekali wayangan, dan kemudian salah satu temanku Rizal,
dia ingin merampas wayangan milik Hidris saat itu aku mengetahuinya dan aku
rampas kembali untuk mengembalikan kepada Hidris, Rizal yang tidak terima pun
sontak menggigit lengan kananku sampai berdarah kecil. saat itu aku menyadari
tindakanku yang cenderung ceroboh dan membahayakan diri sendiri. selepas usiaku
beranjak tumbuh dewasa, akupun mulai memahami tentang arti teman. banyak sekali
teman yang tidak senang dangan diriku, tetapi mereka membutuhkanku. aku bingung
dengan keadaan seperti itu, tapi aku hanya berpikir positif, sampai aku lulus .
beranjak SMP aq mulai mengenal teman-teman yang sangat hebat, sangat luar biasa
dalam sejarah pertemanan. mereka ada untuk mensupport tentang kegiatan baik dan
buruk. aku sebut mereka dengan punokawan, dan punokawan inilah yang menjadi
tonggak pemersatu alumni di angkatanku hingga sekarang. disitulah peranan
penggati keluarga. berkat dukungan dari keluarga akhirnya aku lulus di SMP. dan
smpku dulu sudah mulai lintas Kota. setelah SMP aku melanjutkan ke jenjang SMK
karena karakterku yang tidak terlalu senang dengan teoritis SMA. ada dua
pilihan SMK yang aku pilih untuk masuk berkecimpung didalamnya antara jurusan
grafika dan animasi. setelah melakukan tes dikeduanya akhirnya aku masuk dan
terdaftar sebagai siswa smk, namun disitu aku menyadari bahwa dulu waktu smp ,
aku pernah di pandang rendah tentang karya-karyaku yang aku buat sendiri oleh
nyakmun klo aq sebbutkan namanya, berkat dialah aku mantap masuk di jurusan
seni rupa. namun aku juga harus memilih antara smk grafika atau animasi. dengan
kelapangan dada aku memilih Animasi, jurusan yang diimpikan banyak orang, namun
di jurusan tersebut kutemui kelompok teman yang menurutku kurang, kenapa? ..beberapa
terbilang baik .. namun selebihnya cenderung lebih memanfaatkan orang lain. hal
itu pun tidak lepas dengan kehidupanku sendiri, seperti halnya ketika mereka
meminta bantuan, dan aku yang terbilang senang dengan membantu mereka, akhirnya
mereka aku bantu dngan senang hati. namun setelah semua selesai begitu saja,
beberapa dari mereka lupa dengan keadaanku dan pura-pura tuli dan buta dan
mereka lebih senang dengan majatuhan orang dibelakangku . apa salahku?...
kenapa engkau menyalahkankanku?... aku turut menyesal akan peristiwa mereka
terhadapku , lihatlah , bukankah mereka itu yang aku anggap saudara kini membuangku
begitu saja. dan sejak saat itu aku cenderung lebih berhati-hati dengan
siapapun, ternyata sisi trauma yang aku alami sangat berpengaruh besar terhadap
kehidupan baruku, entah kenapa sejak saat itu aku mulai menjaga jarak dengan
orang lain.dan berjanji dalam hati dengan kata “AWAS” dan selalu menggunakan
garis siaga terhadap siapapun termasuk dengan kawan baik waktu smp, aku tau
kata balas dendam itu buruk. dan terimakasih dengan kawan-kawan baikku yang
menghiburku , namun sontak sejak saat itu keceriaanku hilang. masa depanku
mengalami kegelapan. Setelah kelulusan akupun juga tidak terlalu akrab dengan
mereka, aku sadar akan kelakuanku yang sia-sia. sejak saat itu aku belajar
mengenai teman yang sabenarnya . setelah beranjak perguruan tinggi akupun
semakin menyadari ternyata pertemanan itu hanyalah kamuflase dan hanya semu
saja. karena mereka memiliki ego masing-masing termasuk aku sendiri. tetapi aku
yang tidak ingin jatuh dilubang yang sama. akhirnya menerapkan sistem protect diri sendiri. aku mencoba
menguji kawan-kawan baruku di perguruan tinggi. dengan cara itu aku akan tau .
mana yang mereka anggap teman baik dan mana yang mereka anggap teman
persinggahan. Aku sedikit merahasiakan sesuatu dengan mereka dan selalu dalam
pertimbangan untung dan rugi, dengan mereka yang menganggap aku teman mereka,
dialah yang mengetahui ilmu itu. jadi ilmu itu proses. proses kita memahami
semua itu. dan semua itu dapat
terseleksi dengan sendirinya ketika mereka tidak memahaminya. jangan pernah
kehilangan teman karena teman yang hilang itu adalah teman yang kamuflase dan
Tuhan telah menyingkirkan dari kehidupanmu untuk kebaikanmu. semoga tindakanku
ini memberi pengaruh baik terhadap mereka. dan semoga kawan-kawan baikku
sekarang mampu menjadi pribadi yang baik dan lebih baik. hanya mereka
harapanku. semoga mereka mengamalkan ilmu yang selama ini aku berikan dari
waktu ke waktu. karena dengan kesombongan dan keangkuhanlah yang akan
menghancurkan seseorang. dan hanya mereka yang mengertilah yang mampu bertahan,
bukankah ayat suci ALQUR’AN juga telah mangartikannya, dan mengartikannya pun
tidak sembarang orang, karena mereka pilihan, pengartiannya pun tidak hanya
secara tersurat, tetapi juga yang tersirat. juga seperti filosofi jawa yang
penuh makna yang mendalam. dan inilah yang kusebut dengan ilmu kehidupan antara
hitam dan putih di dalam ruang dan waktu. ini mungkin hanya kecil dari kejadian
yang ku alami namun secara detil mungkin akan lebih banyak catatan catatan lain
yang tidak akan habis untuk menceritakan semuanya. ringkasan ini di buat
berdasarkan kisah asli .
Kisah Teman Ke Teman :D
Kisah Teman Ke Teman :D
No comments:
Post a Comment